AKSES

trmnl

Terminal Modern Sentra Timur,

yang telah resmi beroperasi dan menjadi terminal termegah se-Asia Tenggara. Dengan daya tampung terminal hingga 2.977 unit kendaraan bus (termasuk busway serta bus luar kota dan dalam kota). Terminal Terpadu Sentra Timur Pulogebang sejalan dengan konsep Sentra Timur Superblock sebagai pelopor Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Timur yang menyatukan tempat tinggal, bekerja, belanja, jajan, dan tempat hiburan namun tetap nyaman ditinggali.

Terminal yang berdiri di atas tanah seluas 14,17 hektar itu terletak di kawasan Sentra Timur Superblock, Jakarta Timur. Terminal terluas di Asia Tenggara itu memiliki lima lantai yang mengakomodasi segala kenyamanan penumpang, seperti fasilitas lift, eskalator, pusat pertokoan, food court, juga ruangan berpendingin udara. Per hari terminal ini dapat melayani lebih dari 1.000 bus dengan 40.000 penumpang.

 

AREA KOMERSIAL TERMINAL SENTRA TIMUR PULOGEBANG

Terminal Pulogebang ini memiliki 5 gedung masing-masing memiliki tinggi 5 lantai. Nantinya, terminal ini akan dijadikan kawasan terpadu yang akan tersedia berbagai fasilitas yang akan memanjakan para penumpang seperti:

  • SPBU
  • Mall/ departmen store
  • Hypermarket
  • Ritel-ritel
  • Food Court
  • Fasilitas tempat parkir atau penitipan kendaraan di dalam terminal (park in ride) yang bisa menampung 500 kendaraan.
  • Gedung keberangkatan
  • Lantai penghubung perpindahan penumpang
  • Ruang istirahat sopir
  • Mushola
  • Lift atau eskalator
  • 62 CCTV
  • dan lain-lain.

 

Terminal ini menyediakan:

  • 15 jalur dalam kota
  • 28 untuk peron bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)
  • Jumlah kendaraan sebanyak sekitar 4000 bus dan sekitar 242 Perusahaan Otomotif (PO)
  • Ruang kedatangan/pemberangkatan bus Transjakarta

 

 

Spesifik Perlantai:

Lantai 1                     : ruang informasi, kantin dan SPBG mobile serta SPBU, Parkir dll

Lantai Mezzanin      : area loket bus AKAP,  pertokoan, ruang tunggu angkutan dalam kota, loket bus Transjakarta serta audio sistem atau car call.

Lantai 2                     : Ritel, Hypermarket, ruang tunggu pemberangkatan bus AKAP, ruang kedatangan bus AKAP, ruang istirahat pengemudi, posko terminal, ruang pemeriksaan kesehatan dan ruang ibu menyusui.

Lantai 3                     : Food Court

Lantai 4                     : Ruang perkantoran dari pihak pengelola, ruang perwakilan perusahaan otobus (PO), control room dan tempat istirahat para awak bus.

saphrr

Setelah sempat terkendala aliran listrik, gerbang Tol Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, mulai dibuka untuk umum, Jumat (10/6/2016).
Gerbang tol yang memiliki empat loket tersebut memungut tarif tol seperti tarif gerbang tol JORR lainnya.
Kepala Seksi Angkutan Orang Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Regita MS mengatakan, gerbang  tol Terminal Pulogebang mulai dibuka pukul 15.00 dan sudah bisa dilintasi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang ada di dalam terminal.
“Mulai pukul 15.00 gate tol Terminal Pulo Gebang sudah dibuka untuk umum. Bus AKAP dari terminal Pulogebang sudah bisa keluar masuk di gate tol ini,” kata dia, Jumat.
Menurut Regita, sejak 6 Juni 2016, gerbang tol ini sudah bisa dilintasi kendaraan.
Namun, karena sarana dan prasarananya belum lengkap, maka gerbang tol tersebut baru resmi dibuka hari ini.
“Tidak ada seremonial resmi dalam pengoperasian Terminal Pulogebang. Karena awalnya memang sudah dioperasionalkan,” ujar dia.
Ia mengatakan, kendaraan yang melintasi gerbang tol ini akan dikenakan tarif tol bervariasi.
Untuk kendaraan golongan I, tarifnya Rp 9.500, golongan II Rp 11.500, golongan III Rp 17.000, dan golongan IV Rp 20.500.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, kondisi Terminal Pulogebang sudah selesai 100 persen dan siap digunakan untuk mengangkut pemudik tahun ini.
“Minggu depan saya akan tinjau langsung kondisi Terminal Pulogebang. Terminalnya memang sudah sangat layak dioperasikan,” kata Djarot usai buka bersama dengan ratusan santri di Pondok Pesantren Al Wathoniya Assosiriyah 9 di Cakung, Jakarta Timur.